Sambutan Kepala Sekolah

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan nikmat kepada kita sekalian, sehingga sampai detik ini kita masih dapat beraktifitas dan melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.

Seiring dengan perkembangan zaman yang bergulir dengan sangat cepat, diperlukan sebuah sikap yang mewadahi pergerakan yang positif bagi kegiatan-kegiatan di SMP Negeri 1 Tegowanu, baik itu kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami menghadirkan website resmi SMP Negeri 1 Tegowanu, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Dengan website ini, kami berharap dapat meningkatkan citra SMP Negeri 1 Tegowanu di hadapan komponen-komponen masyarakat di seluruh Indonesia maupun seluruh dunia secara transparan dan akurat.

Akhir kata, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, dan mohon maaf apabila ada salah kata.

Semoga bermanfaat.

Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Kepala SMP Negeri 1 Tegowanu

H. Saerozi, S.Pd.

Rabu, 25 Juni 2014

Jurnal PPDB 2014/2015


Jurnal PPDB Tahun 2014/2015

Hari, tanggal : Rabu, 25 Juni 2014
Waktu             : Pukul 12.10 WIB

Sabtu, 09 Maret 2013

Sekolah Sehat

Sekolah sehat, adalah: sekolah yang telah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS)  dalam kegiatan sehari-hari.

Indikator PHBS Sekolah :
1.    Memelihara rambut agar bersih dan rapih.
Adalah: mencuci rambut secara teratur dan menyisirnya sehingga terlihat rapih. Rambut yang bersih adalah rambut yang tidak kusam, tidak berbau dan tidak berkutu. Memeriksa kebersihan dan kerapihan rambut dapat dilakukan  oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru kelas minimal seminggu sekali.

2.    Memakai pakaian bersih dan rapih.
Adalah memakai baju yang tidak ada kotorannya, tidak berbau dan rapih. Pakaian yang bersih dan rapih diperoleh dengan mencuci baju setelah dipakai dan dirapihkan dengan disetrika. Memeriksa baju yang dipakai dapat dilakukan oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru kelas minimal seminggu sekali.

3.    Memelihara kuku agar selalu pendek dan bersih.
Adalah memotong kuku sebatas ujung jari tangan secara  teratur dan membersihkannya sehingga tidak hitam/kotor. Memeriksa kuku secara rutin dapat dilakukan oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru kelas minimal seminggu sekali.

4.    Memakai sepatu bersih dan rapih.
Adalah memakai sepatu yang tidak ada kotoran menempel pada sepatu, rapih, misalnya ditalikan bagi sepatu bertali, dsb. Sepatu bersih diperoleh bila sepatu dibersihkan setiap kali kotor. Memeriksa sepatu yang dipakai siswa dapat dilakukan oleh dokter kecil/kader kesehatan/guru kelas minimal seminggu sekali.

5.    Berolah raga teratur dan terukur
Adalah siswa/guru/masyarakat sekolah lainnya melakukan olah raga/aktifitas fisik secara teratur minimal 3 kali seminggu selang sehari. Olah raga teratur dapat memelihara kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan kebugaran tubuh sehingga tubuh tetap sehat dan tidak mudah jatuh sakit. Olah raga dapat dilakukan di halaman secara bersama-sama, di ruangan olah raga khusus (bila tersedia) dan juga di ruangan kerja bagi guru/karyawan sekolah berupa senam ringan dikala istirahat sejenak dari kesibukan kerja. Sekolah diharapkan membuat jadwal teratur untuk berolah raga bersama, serta menyediakan alat/sarana berolah raga.

6.    Tidak merokok di sekolah.
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah tidak merokok di lingkungan sekolah. Merokok berbahaya bagi kesehatan perokok dan orang yang berada di sekitar perokok. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan 4000 bahan kimia berbahaya di antaranya: Nikotin (menyebabkan ketagihan dan kerusakan jantung serta pembuluh darah), Tar (menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker) dan CO (menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati). Tidak merokok di lingkungan sekolah dapat menghindarkan anak sekolah/guru/masyarakat sekolah dari kemungkinan terkena penyakit-penyakit tersebut di atas. Sekolah diharapkan membuat peraturan dilarang merokok di lingkungan sekolah. Siswa/guru/masyarakat sekolah bisa saling mengawasi di antara mereka untuk tidak merokok di lingkungan sekolah dan diharapkan mengembangkan kawasan tanpa rokok/kawasan bebas asap rokok.

7.    Tidak menggunakan NAPZA.
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah tidak menggunakan NAPZA (Narkotika Psikotropika Zat Adiktif). Penggunaan NAPZA membahayakan kesehatan fisik maupun psikis pemakainya.

8.    Memberantas jentik nyamuk.
Adalah adanya upaya untuk memberantas jentik di lingkungan sekolah yang dibuktikan dengan tidak ditemukan jentik nyamuk pada tempat-tempat penampungan air, bak mandi, gentong air, vas bunga, pot bunga/alas pot bunga, wadah pembuangan air Dispenser, wadah pembuangan air kulkas, dan barang-barang bekas/tempat-tempat yang bisa menampung air yang ada di lingkungan sekolah. Memberantas jentik di lingkungan sekolah dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), melalui kegiatan menguras dan menutup tempat-tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas dan menghindari gigitan nyamuk. Dengan lingkungan bebas jentik diharapkan dapat mencegah terkena penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti Demam Berdarah, Cikungunya, Malaria dan Kaki Gajah. Sekolah diharapkan membuat pengaturan untuk melaksanakan PSN minimal satu minggu sekali.

9.    Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah menggunakan jamban/WC/kakus leher angsa dengan tangki septic atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir saat buang air besar dan buang air kecil. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat setiap kali buang air besar ataupun buang air kecil, dapat menjaga lingkungan di sekitar sekolah menjadi bersih, sehat dan tidak berbau. Disamping itu tidak mencemari sumber air yang ada di sekitar lingkungan sekolah serta menghindari datangnya lalat atau serangga yang dapat menularkan penyakit, seperti: Diare, Disentri, Thypus, Kecacingan dan penyakit lainnya. Sekolah diharapkan menyediakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan dalam jumlah yang cukup untuk seluruh siswa serta terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Perbandingan jamban dengan pemakai adalah 1:30 untuk laki-laki, dan 1:20 untuk perempuan.

10. Menggunakan air bersih
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan sekolah. Sekolah diharapkan menyediakan sumber air yang berasal dari air sumur terlindung, air pompa, mata air terlindung, penampungan air hujan, air ledeng dan air dalam kemasan (sumber air berasal dari sumur pompa, sumur, mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah/WC). Air diharapkan tersedia dalam jumlah yang memenuhi kebutuhan dan tersedia setiap saat.

11. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah buang air besar/sesudah buang air kecil, sesudah beraktivitas dan/atau setiap kali tangan kotor, dengan memakai sabun dan air bersih yang mengalir. Air bersih yang mengalir akan membuang kuman-kuman yang ada pada tangan yang kotor, sedangkan sabun selain membersihkan kotoran juga dapat membunuh kuman yang ada di tangan. Diharapkan tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman serta dapat mencegah terjadinya penularan penyakit seperti: Diare, Disentri, Kolera, Thypus, Kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Flu Burung.

12.    Membuang sampah ke tempat sampah yang terpilah  (sampah organik, sampah non organik, sampah berbahaya).
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah membuang sampah pada tempat sampah yang tersedia. Diharapkan disediakan tempat sampah yang terpilah antara sampah organik, non organik dan sampah bahan berbahaya. Sampah selain kotor dan tidak sedap dipandang juga mengandung  berbagai kuman penyakit. Membiasakan membuang sampah pada tempat sampah yang tersedia akan sangat membantu anak sekolah/guru/masyarakat sekolah terhindar dari berbagai kuman penyakit.

13. Mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin sekolah.
Adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin/warung sekolah atau bekal yang dibawa dari rumah. Sebaiknya sekolah menyediakan warung sekolah sehat dengan makanan yang mengandung gizi seimbang dan bervariasi, sehingga membuat tubuh sehat dan kuat, proses belajar berjalan baik.

14. Menimbang BB dan mengukur TB setiap bulan.
Adalah siswa ditimbang Berat Badan (BB) dan diukur Tinggi Badan (TB) setiap bulan agar diketahui tingkat pertumbuhannya. Hasil penimbangan dan pengukuran dibandingkan dengan standard BB dan TB sehingga diketahui apakah pertumbuhan siswa normal atau tidak.

Sumber : http://baleatikan.blogspot.com

Jumat, 23 Desember 2011

Tata Surya Miliki Dua Anggota Lagi Seukuran Bumi, Planet Baru Ditemukan


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Misi Kepler dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA) memastikan telah menemukan dua planet seukuran Bumi yang mengorbiti sebuah bintang seperti Matahari dalam sistem tata surya kita, demikian NASA seperti dikutip Reuters, Kamis (22/12)

NASA menyebut penemuan ini adalah tonggak bersejarah dalam misi pencarian planet-planet serupa Bumi.

Kedua planet yang dinamai Kepler-20e dan Kepler-20f ini adalah planet-planet terkecil di luar sistem tata surya yang dikonfirmasi mengelilingi sebuah bintang seperti Matahari, demikian NASA.

Kedua planet baru  ini terlalu dekat ke bintang mereka untuk bisa disebut berada di zona layak ditempati kehidupan (habitable zone) di mana ada air likuid pada permukaan planet.

"Penemuan ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa planet-planet seukuran Bumi ada di sekitar bintang-bintang lain (di luar Matahari) dan bahwa kita mampu mendeteksinya," kata Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Kedua planet baru ini diyakini sebagai planet berbatu.  Kepler-20e agak lebih kecil dibandingkan Venus, dengan radius 0,87 kali dari jari-jari Bumi.
Kepler-20f sedikit lebih besar dibandingkan Bumi dengan jari-jari 1,03 kali jari-jari Bumi. Kedua planet ini berada di sistem beranggotakan lima planet yang dinamai dengan Kepler-20, sedangkan jaraknya adalah 1.000 tahun cahaya dalam konstelasi Lyra.

Kepler-20e mengorbiti bintangnya setiap 6,1 hari, sementara Kepler-20f mengorbit setiap 19,6 hari.Kepler-20f, yang bersuhu 800 derajat Fahrenheit, mirip dengan rata-rata hari planet Merkurius.

Suhu di permukaan Kepler-20e yang mencapai lebih dari 1.400 derajat Fahrenheit, bisa melelehkan kaca.

Teleskop ruang angkasa Kepler mendeteksi planet-planet dan calon planet dengan mengukur kekuatan cahaya lebih dari 150.000 bintang ketika planet-planet melintas di depan bintang-bintangnya. (*)


Sumber : http://id.berita.yahoo.com

Kamis, 22 Desember 2011

Selamat Hari Ibu

22 DESEMBER dinobatkan sebagai Hari Ibu sekaligus mengingatkan mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, bahwa betapa besar jasa para pejuang perempuan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan untuk memperjuangkan kesatuan, persatuan, dan kemerdekaan. Hakekat Hari Ibu di Indonesia adalah nasionalisme kaum hawa Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman, Hari Ibu diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa pejuang perempuan, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, dan warga masyarakat, serta sebagai pejuang dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional. Perayaan yang umum sekarang ini lebih pada penghargaan kepada kaum ibu yang melahirkan secara personal.

Dari berbagai literatur lahirnya Hari Ibu diawali dari pergerakan perkumpulan perempuan yang mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah saat Sumpah Pemuda dan Lagu Indonesia Raya dilantunkan pada 28 Oktober 1928, dalam Kongres Pemuda Indonesia. Atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada 22 hingga 25 Desember 1928, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah di bentuknya satu organisasi bernama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Pada tahun 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut di samping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya. Baru pada 1938 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa 22 Desember adalah sebagai Hari Ibu. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia di singkat KOWANI, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia. Selanjutnya, dikukuhkan oleh Pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959, yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur.

Sebenarnya ada dua hari besar yang menitikberatkan pada peran wanita, yakni Hari Ibu yang diperingati pada 22 Desember dan Hari Kartini 21 April. Dua perayaan itu memperlihatkan bagaimana penghargaan negara terhadap peran dan fungsi kaum wanita di Indonesia. Bisa diartikan sebagai upaya penyetaraan antara peran kaum laki-laki dengan kaum wanita di segala bidang.

Hari Kartini, sesungguhnya merupakan upaya untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa upaya untuk memperjuangan persamaan peran, menghindari gaya subordinasi perempuan, serta kesenjangan antara wanita dan laki-laki di Indonesia, sudah diperjuangkan oleh Kartini. Kesadaran ini telah muncul di negara berkembang seperti Indonesia. Artinya mampu menyaingi nilai-nilai Barat, yang justru saat itu menjajah Indonesia. Kemudian ada pemahaman laki-laki dan perempuan itu sebenarnya mempunyai persamaan nilai.

Pada konteks Hari Ibu, sebenarnya ada posisi yang sedikit berbeda dengan Hari Kartini. Ibu merupakan komponen sosial yang mempunyai konotasi sebagai pihak yang melahirkan, yang membuat masyarakat itu ada. Akan tetapi, bukan dalam konteks kemonopolian. Di sinilah pentingnya mengaitkan antara Hari Kartini dengan Hari Ibu. Pihak ibu jelas sebagai seorang pengasuh tetapi jelas bukan memonopoli pengasuhan. Ia juga memerlukan kesetaraan peran. Seorang ayah harus juga merupakan pengasuh, dan harus dipahami oleh seorang laki-laki.

Inti dari perjuangan Kartini sesungguhnya terletak pada persamaan ini sekaligus menghilangkan ketidakadilan tersebut. Kartini mendapatkan hasil perjuangannya jika masyarakat Indonesia memahami makna Hari Ibu. Gender sebagai konsep perjuangan kaum perempuan di zaman modern, sebenarnya sudah tercerminkan dalam perjuangan Kartini, yaitu memberikan keleluasaan kepada kaum perempuan sesuai dengan lingkungan sosialnya.

Dua hari nasional itu merupakan bukti sejarah bahwa negara memberikan tempat yang sejajar untuk wanita. Tinggal bagaimana generasi saat ini untuk memanfaatkan peluang itu, dan memaknai Hari Ibu secara utuh dan menjadikannya sebagai momentum untuk membuktikan bahwa wanita juga bisa. Namun tentunya tidak harus melanggar kodrati sebagai seorang perempuan yang memiliki sifat keibuan, dan nilai-nilai luhur yang tidak dimiliki kaum lelaki. Selamat Hari Ibu.

Sumber : http://www.analisadaily.com 

Sabtu, 17 Desember 2011

Budaya Kita, Budaya Malu

Di kantor-kantor, sekolah-sekolah dan tempat-tempat semacamnnya kita sering menjumpai slogan ‘Tumbuhkan Budaya Malu’ dengan 7 butir malu. Lalu, apakah arti dari budaya malu tersebut? Budaya artinya hal yang sering dilakukan atau kebiasaan sehari-hari. Sedangkan malu mempunyai arti merasa tidak enak hati. Jadi, budaya malu mempunyai arti membiasakan diri untuk mempunyai rasa malu terhadap hal-hal yang negatif.

Butir pertama, malu karena pulang terlambat atau pulang cepat. Entah itu terlambat karena hal yang mendesak ataupun karena hal yang disengaja. Apalagi pulang cepat, seringkali kita mempunyai keinginan untuk pulang cepat karena bosan terhadap apa yang kita kerjakan. Kerjakanlah pekerjaan kita tepat waktu, biasakan diri untuk tidak terlambat ataupun pulang cepat dan mempunyai rasa malu terhadap hal itu.

Butir kedua, malu karena melihat rekan sibuk melakukan aktivitas. Seperti di kelas contohnya, jika teman sedang melaksanakan piket dan kita diam saja melihat mereka membersihkan ruangan. Seharusnya kita ikut membantu, karena hal itu menyangkut kepentingan kita bersama. Jangan hanya diam, tidak tahu malu.

Butir ketiga, malu karena melanggar peraturan. Kebanyakan orang disaat melanggar peraturan pasti punya rasa malu. Tetapi ada juga orang yang sudah kebal akan pelanggaran, disinilah hal yang perlu diperbaiki.

Butir keempat, malu untuk berbuat salah. Jika hari ini berbuat salah, maka kedepan berbuatlah yang lebih baik. Jangan terpuruk akan kesalahanmu sekarang, tetapi ambilah hikmahnya.

Butir kelima, malu karena bekerja tidak berprestasi. Bekerja pastinya menuntut hal yang maksimal. Jika ingin mencapai pencapaian yang maksimal, berusahalah bekerja keras dengan tidak bekerja setengah-setengah. Apabila jika bekerja hanya sekedar bekerja, hasilnya pasti akan sia-sia.

Butir keenam, malu karena tugas tidak terlaksana/selesai tepat waktu. Usaha yang paling tepat untuk menanggulangi hal ini adalah dengan ‘mencicil tugas’. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah waktu, tetapi jika didukung dengan kemauan keras, kemungkinan hal apapun itu pasti dapat terlaksana.

Butir ketujuh, malu karena tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan lingkungan kantor/sekolah. Lingkungan yang bersih mampu menambah semangat dalam bekerja. Kita harus bisa menjaga kebersihan lingkungan bersama.

Demikianlah budaya malu yang harus kita teladani sejak dini. Karena menumbuhkan Budaya Malu sangatlah penting, agar kita tidak terbiasa dengan sikap ‘malu-maluin’. Dalam arti menumbuhakan budaya malu disini, ialah dapat menumbuhkan rasa kedisiplinan diri. Maka hal ini sangatlah baik kita terapkan sejak dini. Dengan kedisiplinan diri yang tinggi, kelak kita akan menjadi orang yang sukses.

Sabtu, 10 September 2011

Informasi Pengambilan SKHUN


Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang ditunggu-tungu sudah diterima oleh sekolah pada hari Jumat, 9 September 2011. 

Setelah dilakukan penempelan foto pada SKHUN, maka bagi siswa-siswi lulusan tahun pelajaran 2010/2011 harus melakukan sidik jari pada SKHUN tersebut. Untuk itu dimohon para siswa-siswi bisa hadir di sekolah mulai hari Senin, 12 September 2011 untuk melakukan sidik jari sekaligus SKHUN dapat diambil.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.